Enggak sedikit pemilik Thunder 125 yang mengeluhkan performa besutannya! Apalagi, jika yang diomongi itu akselerasi ataupun power. Malah ‘lari’ motor tipe sport itu hanya bisa berjaban dengan bebek lho.

“Maklum aja, itu karena kapasitas mesin yang hanya 125 cc. Enggak sedikit orang yang bilang motor sport dengan cc segitu disebut banci. Karena volume silinder mesin yang serba tanggung,” bilang Parno dari Ponorogo Motor Sport di Pasanggrahan, Jakarta Selatan.

Memang sih pendapat Parno ada benarnya. Apalagi dengan kapasitas mesin segitu Thunder 125 kudu membawa bobot kosong 122 kg. Belum lagi ditambah bensin di tangki penuh yang punya volume full 14 liter. Itu semua juga belum termasuk berat pengendara! Kebayangkan berapa beratnya.

Nah, semua perhitungan itu jangan disamakan dengan bobot motor bebek
yang jumlahnya tak lebih dari 100 kg dong. Begitunya sobat juga enggak
mau kan kalau motornya punya cap atau sebutan gak mengenakan itu!

Ini Em-Plus bantu deh buat bikin Thunder 125 jadi perkasa. Tapi bukan pakai obat kuat seperti yang banyak dijual di pinggir jalan. Itu sih obat kuat
khusus lelaki ya!

Part ini semua untuk mendukung performa mesin Thundie. Mulai pengapian, hingga saluran buang. Ketimbang cuap melulu, monggo simak.

CDI

Resep alias obat yang pertama ini langsung menuju otak pengapian. Namanya otak, tentu pusat syaraf. Makanya biar api yang dikirim buat meledakan campuran bahan bakar dan udara lebih besar, CDI kudu diganti tipe un-limitter.

Saat ini CDI yang khusus tersedia buat Thunder di pasaran baru tersedia
merek BRT. “Sistem pengapian di Thunder 125 mengadopsi tipe Transistor
Ignition System (TIS). Jadi ketika ganti CDI, harus dibarengi dengan
penggantian koil,” ungkap Tomy Huang, pembuat CDI BRT dari Cibinong,
Jawa Barat.

Karena aplikasi tipe TIS, maka koil juga harus dialiri arus 12 volt.
Sistem pengapian ini, sama seperti di mobil. Setelah ganti CDI dan
koil, enggak perlu lagi ubah timing pengapian. “Penggantian CDI ini, bisa menaikan power sekitar 1 dk (daya kuda; red),” lanjut Tomy.

KOIL

Seperti yang sudah dibilang di atas, penggantian CDI mesti
didukung penggantian koil. Koil yang dipakai bisa mengadopsi milik
motor apa saja. Namun, di pasaran juga banyak tersedia pilihan koil aftermarket tipe racing.

“Selama ini, enggak sedikit pemilik Thunder 125 yang memakai koil dari
Suzuki RM125,” ujar Morgan dari Raja Motor di Jl. Ciledug Raya, No. A1,
Larangan Utara, Ciledug Mal, Tangerang.

Bicara soal harga, tentunya koil milik motor special engine (SE) itu nggak murah.

PORTING & POLISH

Pengapian diperbesar, nggak ada salahnya lakukan proses porting dan polish pada lubang masuk dan buang di kepala silinder. “Tujuannya, mengubah arah sudut aliran pengabutan ke ruang bakar,” kata Tomy.

Anggapan serupa juga diungkapkan Morgan dan Parno. Tanpa porting, rasanya up-grade yang dilakukan kurang maksimal. Begitu juga polish. Biar campuran udara dan bahan bakar mudah meluncur ke ruang bakar, bagian yang kelar diporting kudu dipoles biar licin.

Tomy Huang yang pernah melakukan proses ini bilang, tenaga Thunder 125
bisa naik sekitar 2 dk. Tentunya, setelah porting dan ubah otak
pengapian ya.

KARBURATOR


Aslinya, Suzuki Thunder 125 adopsi karburator model vakum ukuran 26 mm (Mikuni BS26SS). Buat mendukung performa setelah up-grade yang dilakukan, nggak ada salahnya karburator diganti tipe konvensional.

“Pilihannya selama ini banyak yang pakai karburator Keihin tipe PE
ukuran 28 mm,” ungkap Morgan. Begitunya, aliran yang dikucurkan makin
deras tapi harga karbu juga cukup murah.

KNALPOT

Biar lebih maksimal lagi, peningkatan performa juga harus didukung pengaplikasian knalpot racing. Soalnya, saluran buang ini mengaplikasi tipe free flow alias langsung.

Pakai knalpot tipe ini, gas buang gak bakal tertahan lama di dalam tabung. Soalnya, gas yang meluncur keluar hanya berhadapan dengan peredam di dalam silincer. Beda dengan knalpot standar yang memiliki banyak sekat.

Banyak tipe bisa dipilih. Mau yang tipe racing look ataupun knalpot dengan silincer model terompet. “Semuanya bisa meningkatkan power motor,” ungkap Novi dari Inti Jaya Motor di Jl. Kebon Jeruk V, No. 260A, Kota, Jakarta Barat.

KAMPAS KOPLING


Jika entakan sudah besar, bisa gunakan kampas kopling tipe racing yang
banyak dijual di pasaran. Kampas kopling milik Thunder 125, bisa saling
subsitusi dengan milik Suzuki RG-R atau Suzuki Satria F-150.

“Bisa juga pakai kampas kopling orisinal milik Satria F-150,” saran
Morgan. Soalnya, peranti milik Satria F-150 lebih tebal ketimbang
aslinya Suzuki Thunder 125. Begitunya, kampas pun jadi lebih awet.

TABEL HARGA

CDI
BRT Rp 350 ribuan

Koil
RM125 Rp 550 ribuan
Blue Thunder Rp 190 ribuan
Andrion Series Rp 175 ribuan

Karburator
Keihin PE28 Rp 600 ribuan
Keihin PE28 (Daytona) Rp 1,3 juta

Knalpot
Spider Rp 250 – 500 ribu
Konic Rp 350 ribuan

Kampas Kopling
Satria FU150 Rp 43.200 (1 pcs)

FOOTSTEP RACING

Enggak salah juga pakai footstep racing. Kan tak cuma mesin/url] doang yang diubah performanya, tapi tampilan juga bisa sedikit didongkrak. Nah, ada nih tawaran pijakan kaki ala underbone.

“Peranti ini sudah tersedia braket buat dudukan ke sasis. Jadi, tinggal
pasang,” ujar Novi dari Inti Jaya Motor yang bisa dikontak di Nomor
(012) 6012360 atau 6397982. Satu set footstep dijual Rp 100 ribu.

Disadur Dari : http://suzuki-thunder.net/problem-dan-solusi-tip-dan-trik-utk-suzuki-thunder-f8/m-up-grade-performa-suzuki-thunder-125-t2842.htm

About these ads